BANTUAN DI DUGA DI POTONG, WARGA PROTES KE BALAI DESA CIKEDUNG.

PEMALANGSAE.COM,Pemalang.

Meski ada larangan dari Pemerintah terkait pemungutan dan potongan liar dana bantuan apapun pada masyarakat namun saat ini diduga masih banyak terjadi dilakukan oleh oknum.

Seperti hal yang terjadi di Desa Cikedung Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, warga melakukan aksi protes di kantor desa, setempat Selasa (9/6).

Rohman warga Cikedung yang mewakili aksi warga membenarkan adanya pemotongan dana bantuan penerima manfaat program keluarga harapan (PKH)maupun bantuan pangan non tunai (BPNT) dengan besaran yang bervariatif.

Dikatakan Rohman kegiatan protes warga ini dilakukan karena dipicu terkait pemotongan PKH dan BPNT dengan menggelar audensi dan melalui audensi tersebut diharapkan bisa ada kejelasan siapa yang akan bertanggung jawab masalah pemotongan dana bantuan tersebut.

Aksi protes warga direspon Pemdes setempat dan duduk bersama untuk beraudensi yang dihadiri Muspika Pulosari, pendamping PKH kecamatan, Babinsa, Bhabinkantibmas, Kades, Perangkat desa, pendamping desa dan perwakilan warga aksi protes di aula kantor desa setempat.

Dalam audiensi dibahas beberapa permasalahan yang diprotes warga diantaranya, terkait adanya pungutan sejumlah uang kepada penerima bantuan PKH dan menuntut kapala desa (Kades) setempat Slamet untuk meminta maaf terkait adanya kesalahan dalam pengelolaan bantuan PKH dan BPNT yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Sementara Rizal pendamping PKH kecamatan Pulosari mengaku pihaknya tidak tahu menahu soal pemotongan dana bantuan tersebut.

Di tempat yang sama Camat Pulosari Drs Akhmady Setiawan W merespon tututan dari warga dan menghimbau untuk bersama sama agar bisa mengawasi jangan sampai ada pungutan dalam bentuk apapun

Dikatakan Akhmady pihaknya berharap warga agar bersabar dan ciptakan kondusifitas melalui musyawarah secara kekeluargaan sehingga tidak menimbulkan anarkis dan masalah ini tetap akan dilanjut/dibahas dan diselesaikan secara tuntas ditingkat kecamatan, pungkasnya Penulis : Wage Taka

Editor : Aditya P.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *